Buku Teks
Falsafah Hidup Pancasila Sebagaimana Tercermin Dalam Falsafah Hidup Orang Jawa
Pancasila sebagai falsafah hidup dan moral bangsa kita,juga lahir dan berkembang sesuai dan sejajar dengan perkembangan sejarah bangsa kita. Falsafah hidupdan moral tersebut dinamakan Pancasilabaru pada tnggal 1 juni 1945. Ini hanya suatupenamaan atau peristilahan saja. Dalam rangka menggalidan mengamalkan Pancasila dicoba untuk digali ungkapan-ungkapan atau petuah-petuah yang mengambarkan falsafah hidup tersebut yang hidup dan berkembang dalam masyarakat jawa. Jawa dalam artian ethologis-anthropologis yaitu suku bangsapribumiyang hidup di daerah adminitratif propinsi Daerah Tingkat 1 Jawa Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta dan propinsi Daerah Tingkat 1 Jawa Timur atau yang terkenal dengan istilah yang dahulu disebut Kejawen. Ungkapan dan sifat-sifat yang dikemukaakn terhadap masyarakat Jawa digali dari sejarahbangsa (antara lain Babad Tanah Jawi Babad Giyanti). Wulang Reh Wedhotomo Kolotido Cerita-cerita wayang candi-candi adat-istiadat dan sebagainya. Cerita dan seni pewayangan menggambarkan falsafah hidup orang Jawa di mana wayang juga merupakan alat hiburan alat pendidikan yang bersifat filosofis dan mengakar. Maka dari itu adalah tidak mungkin menggali filsafah hidup orang jawa tanpa menggali ceritera dan seni pewayangan.Kecuali disinggung di sana-sini falsafah hidup yang tercermin pada wayang ini dikemukakan dalam Bagian khusus tersendiri. Penggalian ini dimaksudkan untuk menanggapi pendapat-pendapat dan tulisan-tulisan orang-orang yang melihat sikap dan falsafah hidup orang jawa hanya dari segi negatifnya termasuk Drs.Niels Mulder(Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional 1973)dan Mochtar Lubis(Manusia Indonesia 1977)oleh karena orang-orang ini kurang mendalami sikap dan falsafah hidup orang Jawa sebagai keseluruhan. Penglihatan mereka hanya dari segi-segi tertentu dan yang nampak hanya dari segi-segi negatifnya. Ungkapan-ungkapan yang merupakan pancaran falsafah hidup hendaknya dilihat dari segi keselurahan jangan hanya dilihat kaki belalai atau ekornya agar supaya dapat mendalami seluruh bentuk fisik maupun perangai gajah tersebut.
| 2400703071 | 320 SOE f C1 | Perpustakaan Terpadu - Polkesjati (RB. 05 E) | Tersedia |
| 2400703072 | 320 SOE f C2 | Perpustakaan Terpadu - Polkesjati (RB. 05 E) | Tersedia |
| 2400703073 | 320 SOE f C2 | Perpustakaan Terpadu - Polkesjati (RB. 05 E) | Tersedia |
| 2400703074 | 320 SOE f C3 | Perpustakaan Terpadu - Polkesjati (RB. 05 E) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain